BAB I PENDAHULUAN 1.1.
Latar Belakang Bel listrik merupakan bel yang membutuhkan arus listrik untuk beroperasi akan tetapi banyak dari kita yang belum tahu cara merangkai ataupun membuatnya, maka oleh sebab itu kami menulis makalah ini sebagai bentuk laporan sekaligus pedoman dan juga memberikan sedikit pengetahuan bagi pembacanya mengenai dunia elektronika hususnya dalam bagian bel listrik. 1.2. Tujuan Salah satu tujuan kami membuat makalah ini tidak lain dan tidak bukan ialah untuk memenuhi tuga yang telah di berikan kepada kami. Selain dari pada itu untuk menambah wawasan dan pengetahuan kami, dan juga sekaligus sebagai bekal kami dalam persentasi mengenai rangkaian bel listrik yang kami buat.
2 BAB II
DASAR TEORI 2.1.
Teori Komponen
2.1.1. Komponen Aktif
2.1.1.1. Dioda
Dioda memiliki fungsi yang unik yaitu hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Kalau mengunakan terminologi arus listrik, maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N. Dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif). Berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif).
2.1.1.2. IC dan Socket IC
Sirkuit terpadu (bahasa Inggris: integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. Salah satu contoh IC yaitu 555 multivibrator. IC pewaktu 555 adalah sebuah sirkuit terpadu yang digunakan untuk berbagai pewaktu dan multivibrator. Spesifikasi Spesifikasi ini merupakan tipe NE555. Pewaktu 555 lainnya mungkin memiliki spesifikasi yang berbeda, tergantung tingkat penggunaannya (militer, medis, penerbangan, Gambar 1. Dioda 1 dan 2 IN 4001 3 dll.)IC NE555 mempunyai 8 pin(kaki). Aplikasi utama IC NE555 digunakan sebagai Timer (pewaktu) dengan operasi rangkaian Monostable dan Pulse Generator (pembangkit pulsa) dengan operasi rangkaian estable. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan Sequentian Timing. Dan socketnya berfungsi untuk menghindari dari penyolderan serta bisa mengganti IC dengan mudah jika terjadi kerusakan.
2.1.2. Komponen Pasif
2.1.2.1. Kapasitor
Kapasistor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik atau energi listrik. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebut dengan kapasitas atau kapasitansi seperti halnya hambatan. Kapasitor mempunyai keistimewaan diantaranya : Penghubung , penstransfer , dan melewatkan arus bolak-balik Memblok arus dan tegangan searah Menyimpan dan mengeluarkan muatan listrik Penala frekuensi pada rangkaian Kapasitor yang digunakan adalah kapasitor elektrostatis (Non-Polar) dan Kapasitor Electrolytic (Polar). Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Gambar 2. IC NE555 dan Socket IC 4 C1......4,7µF/ 25 v C2......22 µF C3......100 µF /16 v 2.1.2.2. Resistor Resistor adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan juga salah satu komponen yang dipergunakan pada pembuatan bel 2 nada. R1,2,3 .... 33 K Gambar 4. R1,2,3 .... 33 K
2.1.3. Alat Pelengkap
2.1.3.1. Baterai 9 v
Baterai disini berpungsi sebagai power supply dari rangkaian tersebut. Gambar 5. Baterai 9 v dan kabel konektor Gambar 3. Kapasitor 4,7µF/ 25 v, 100µF/16 v dan 22µF 5 2.1.3.2. Speaker 8 ohm Pengeras suara atau speaker adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput. Pada dasarnya, speaker membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi getaran untuk membuat gelombang suara. Gambar 6. Speaker 8 ohm
2.1.3.3. PCB dan SW
PCB (Printed Circuit Board) yakni sebuah papan yang digunakan untuk menghubungkan komponen elektronik. Berikut beberapa fungsinya: • PCB berfungsi untuk membuat tampilan rangkaian alat elektronik terlihat lebih rapi dan tertata. Sehingga visualnya tidak berantakan atau rumit. • PCB berfungsi sebagai pengganti kabel. Artinya PCB juga digunakan untuk menyambungkan berbagai komponen. Sehingga tempat yang nantinya dibutuhkan lebih efisien. • PCB berfungsi sebagai penghubung kaki komponen. Artinya, PCB akan menghubungkan berbagai kaki komponen, entah itu komponen elektronika aktif atau pasif. • PCB berfungsi sebagai wadah atau tempat menyusun komponen elektronik. Hal ini bertujuan agar komponen elektronik lebih rapi dan juga tertata atau terorganisir. 6 Switch (SW)/Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah. 2.1.3.4. Solder dan Timah Solder dan timah ini berfungsi untuk merekatkan komponen di PCB(Printed Circuit Board) supaya tidak copot. Gambar 8. Solder dan Timah Gambar 7. PCB dan Switch 7
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Diagram Rangkaian Gambar 9. Rangkaian Bel 2 nada
3.2. Prinsip Kerja Rangkaian Alat – alat disusun seperti pada gambar. Arus akan mengalir dimulai dari sumber tegangan dan menuju switch. Ketika switch ditutup arus akan mengalir melalui dioda, dimana diode berfungsi sebagai saklar tertutup karena diberikan bias maju (anoda diode diberikan tegangan positif dan katoda diberikan tegangan negative). Arus akan terbagi dua menuju D1 dan D2. Arus dari D1 (diode 1) akan dialirkan menuju R3 dan dilanjutkan menuju IC555 pin7 dan pin 6. Pin 7 (Discharge) berfungsi sebagai interval pewaktuan bunyi nada, dan pin 6 (Treshold) menentukan akhir pewaktuan bunyi nada, Arus pada D2 akan terbagi menjadi tiga, menuju kapasitor polar, resistor, dan IC555 pin 4. Kapasitor polar adalah kapasitor yang mempunyai kutub. Arus yang melewati kapasitor polar dan R1 akan menuju speaker probe +. IC555 pin 4 adalah Reset, sebagai interval pewaktuan dapat disela dengan memberikan pulsa reset 0V. IC555 pin 4 disambungkan menuju speaker probe +. Speaker probe – akan disambungkan 8 dengan C3 (kapasitor 3) dan di-ground-kan, serta probe – speaker akan disambungkan dengan sumber tegangan kutub. Prinsip kerja dari Bel 2 Nada dimana sumber tegangan DC diberikan pada IC555 yang berfungsi sebagai pewaktu nada, dan digunakan switch yang berfungsi sebagai pemilih nada tinggi (ketika switch posisi ON) dan nada rendah (ketika switch posisi OFF). 9 BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan Jadi, bel 2 Nada dimana sumber tegangan DC diberikan pada IC555 yang berfungsi sebagai pewaktu nada, dan digunakan switch yang berfungsi sebagai pemilih nada tinggi (ketika switch posisi ON) dan nada rendah (ketika switch posisi OFF). Bel ini menghasilkan 2 nada karena menggunakan IC tipe NE555.
4.2. Saran Saran yang membangun sangat kami harapkan supaya dapat masukan agar dalam pembuatan makalah dikemudian hari makin sempurna.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar